KunoKini: Menengok Budaya Indonesia Lewat Alat Musik

E-mail Print PDF

JAKARTA, KOMPAS.com -- Memasuki usia 10 tahun berkarya, grup musik KunoKini, yang terdiri dari duo Bebi dan Bhismo mencoba untuk memaknai nasionalisme lebih dari sikap berbangsa dan bernegara semata. Bagi mereka nasionalisme bisa saja muncul dalam wujud suara, visual dan harmonisasi ekletik berbagai instrumen musik yang berasal dari Barat hingga ke Timur Indonesia.

"Ulang tahun kesepuluh ini ingin kami rayakan untuk menandai dimulainya penyebaran virus KunoKini lebih masif daripada sebelumnya. Artinya, setelah 10 tahun kami ingin merangkul lebih banyak sesama anak muda untuk menengok  lagi kebudayaan Indonesia yang penuh makna, lewat bermusik tentu," ujar Bebi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com di Jakarta, Selasa (21/5/2013).

KunoKini menilai bahwa alat musik tradisional Indonesia bisa saja dipermak lebih modern untuk mendapatkan suara yang kekinian sehingga mampu menjawab kebutuhan industri musik Tanah Air.

"Indonesia punya banyak sekali alat musik yang bisa dimodernisasi tanpa menghilangkan esensi suara Indonesiais. Kami ingin merevolusi budaya bermusik," jelas Bhismo.  

KunoKini yang juga dikenal dengan ciri khas sound mereka dengan mengoptimalkan berbagai alat musik Indonesia, juga berani menempatkan alat­?alat tradisional untuk tetap segaris dengan alat­?alat musik yang ada. "Sehingga akhirnya alat musik Indonesia menjadi alat konvensional yang mudah digunakan oleh orang banyak dengan tujuan akhir menduniakan alat-alat musik Indonesia," kata Bhismo.

"Kami berusaha out of the box dan keluar dari pattern yang ada, tapi kami tidak melupakan dasar­?dasar dari alat-­alat tradisional itu. Makanya kami menyebutnya 'modernisasi' yang berbudaya, yaitu revolusi budaya supaya kami dan masyarakat selalu ingat asal dan usul alat­?alat tersebut," pungkas Bebi.

Menandai 10 tahun mereka, KunoKini akan menghadirkan sebuah acara yang diberi nama "Back to the Roots" yang rencananya akan digelar di My Mate Cafe & Entertainment, Bintaro Jaya Sektor 3A, pada Rabu (29/5/2013) pukul 19.00 WIB, dengan menjadwalkan performance serta pemutaran dokumenter KunoKini.

Sumber